Langsung ke konten utama

Sajak "Tak Mengenal"


Oleh : Darwis Tere Liye

Kita tidak akan mengenal cahaya
Jika tidak ada gelap
Tidak akan pernah ada definisi cahaya
Kita tidak akan memahami kenyang

a tidak pernah lapar
Tidak akan pernah ada definisi kenyang
Kita tidak akan pernah mengerti bahagia
Jika tidak ada rasa sakit
Tidak akan pernah ada definisi bahagia
Kita tidak akan pernah mengenal masa depan
Jika tidak ada masa lalu
Tidak akan pernah ada definisi masa depan
Jadi tidak mengapa Jika dilewati saja sambil terus bertahan
Karena gelap, lapar, sakit hati, masa lalu adalah cara terbaik
Untuk memahami cahaya, kenyang, bahagia dan masa depan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Datang Lagi

Sekali lagi datang. 03.00 a.m. Terbangun. Dingin. Kesakitan. Sendiri. Mencoba mengeluh. Tak kunjung sembuh. Mencoba menutup mata. Tak kunjung terlelap. Mencoba menangis. Tak kunjung reda. Mencoba menikmati rasa sakit. Tak pernah mampu.  Mencoba menyembuhkan. Tak tahu harus apa. Sekali lagi. Selamat menghadapinya.

Wisuda

Perjalanan kini usai Ditandai dengan acara yang disebut wisuda serta pakaian hitam dan topi hitam yang sering kita sebut toga Kebahagiaan dan haru hadir ditempat itu Langit sangat cerah dihari itu seakan ia mendukung kebahagiaan yang ada Jalanan menjadi begitu padat Kendaraan memenuhi kampus yang menjadi saksi perjalanan Nampak banyak orang yang membawa bucket bunga dan berbagai kado lainnya sebagai hadiah untuk yang telah menyelesaikan perjalanannya Setiap orang menjadi begitu sibuk mengabadikan momen yang bisa jadi hanya terjadi sekali seumur hidup Namun, dari kebahagiaan itu ada pertanyaan yang menghadirkan kesedihan. Kemana setelah ini kamu hendak melangkah ? Apakah sahabat-sahabatmu dimasa sekarang hanya akan jadi masa lalu diperjalanan kamu berikutnya ? Makassar, 20 Maret 2018 Terima kasih banyak yang telah hadir di momen itu dan ucapan selamat dari yang tidak bisa hadir. Saya sangat senang Allah takdirkan memiliki sahabat seperti kalian,