Langsung ke konten utama

Trauma

"TRAUMA" menjadi sebuah kata yang sering kali berdampak kita merespon sesuatu secara berlebihan.

Aku teringat ada masanya suara ambulance adalah hal yang aku benci dan aku benar-benar tidak ingin mendengarkannya. Bukan karena aku takut tetapi mendengarnya membuat kenangan buruk seakan muncul bertubi-tubi.

Hal yang kerap kali membuat trauma selanjutnya melihat tangisan orang-orang yang mengalami kehilangan. Ada kalanya di tv, youtube, instagram, ataupun media sosial lainnya menampilkan kejadian seperti itu dan aku memilih untuk tidak menontonnya. Karena yang hadir bukan hanya rasa empati terhadap yang aku nonton tetapi juga mengembalikan kenangan terhadap kehilangan-kehilangan yang aku alami.

Saat ini aku sedang mencari cara untuk siap menghadapi hal-hal seperti itu. Mungkin menghilangkan hal-hal trauma dalam diri kita tidak pernah secara instan tetapi setiap orang bisa menghilangkan itu semua. Dan aku yakin bahwa dirikupun mampu untuk menghadapinya. Melewati masa-masa itu dan mengingat semua kenangan tidak lagi dengan rasa takut dan sedih.

Syand

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Datang Lagi

Sekali lagi datang. 03.00 a.m. Terbangun. Dingin. Kesakitan. Sendiri. Mencoba mengeluh. Tak kunjung sembuh. Mencoba menutup mata. Tak kunjung terlelap. Mencoba menangis. Tak kunjung reda. Mencoba menikmati rasa sakit. Tak pernah mampu.  Mencoba menyembuhkan. Tak tahu harus apa. Sekali lagi. Selamat menghadapinya.

Wisuda

Perjalanan kini usai Ditandai dengan acara yang disebut wisuda serta pakaian hitam dan topi hitam yang sering kita sebut toga Kebahagiaan dan haru hadir ditempat itu Langit sangat cerah dihari itu seakan ia mendukung kebahagiaan yang ada Jalanan menjadi begitu padat Kendaraan memenuhi kampus yang menjadi saksi perjalanan Nampak banyak orang yang membawa bucket bunga dan berbagai kado lainnya sebagai hadiah untuk yang telah menyelesaikan perjalanannya Setiap orang menjadi begitu sibuk mengabadikan momen yang bisa jadi hanya terjadi sekali seumur hidup Namun, dari kebahagiaan itu ada pertanyaan yang menghadirkan kesedihan. Kemana setelah ini kamu hendak melangkah ? Apakah sahabat-sahabatmu dimasa sekarang hanya akan jadi masa lalu diperjalanan kamu berikutnya ? Makassar, 20 Maret 2018 Terima kasih banyak yang telah hadir di momen itu dan ucapan selamat dari yang tidak bisa hadir. Saya sangat senang Allah takdirkan memiliki sahabat seperti kalian,