Langsung ke konten utama

Si Manusia Luar Biasa

Si manusia luar biasa. Itulah kamu bagiku.

Seseorang yang selalu percaya dengan mimpinya dan selalu yakin dengan kemampuannya.

Semakin hari aku perlahan mengenalmu, perlahan mengetahui kisah hidupmu. Kamu selalu penuh kejutan.

Hari - hari yang kamu lalui tak pernah mudah, bahkan mungkin jauh dari kata mudah. Cerita tentang masa kecilmu yang sangat sulit. Cerita tentang bagaimana kerasnya kamu melewati semuanya. Kamu hebat, kamu terus berjuang untuk bisa mengubah dirimu. Kamu tak ingin di kasihani oleh orang lain. Kamu si manusia yg sangat kuat.

Kamu menghabiskan sangat banyak waktumu untuk belajar. Menghabiskan waktu senggangmu untuk membaca. Kamu selalu tak ingin menyinyiakan waktumu. Kamu tau banyak hal. Sangat semangat membicarakan banyak teori yang sampai sekarang aku bahkan gak tau nama dari orang - orang yang sering kamu sebutkan. Bagiku itu sangat keren. Luar biasa.

Walau ternyata hidup memang sangat sulit. Seseorang yang sehebat kamu tetap saja impianmu tak mudah kamu dapatkan. Beberapa kali gagal. Beberapa kali pula aku melihat raut sedih itu. Tetapi Kamu memang selalu hebat. Sedihmu hanya sebentar, kamu terus saja berjuang. Kegagalan tak pernah menghentikanmu. Ah... Sekali lagi aku takjub. Kamu luar biasa.

Disisi lain kamu juga membuat manusia mager sepertiku bisa sedikit melakukan hal bermafaat untuk waktuku. Kamu mengajakku bertumbuh. Walau aku akui manusia sepertiku memang sangat sulit di ajak. Meberikanku buku yang bahkan saat ini belum aku tammatkan. Aku sangat bersyukur akan hal itu. Kamu memilihku untuk bisa bertumbuh bersamamu. Terima kasih.

Semoga kamu tetap dengan semangat seperti sekarang dan bahkan bisa lebih semangat lagi. 
Selamat satu targetmu tahun ini tercapai.
Aku yakin kamu akan mencapai tujuanmu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lima tahun

Lima tahun dari sekarang aku mungkin tak ada lagi sebab yang paling dekat dari seseorang adalah kematian. Tetapi, tetap saja ada kemungkinan aku masih tetap ada dan tulisan ini aku tulis teruntuk diriku di lima tahun ke depan. Apa kabar, Syand ? Bagaimana harimu ? Bagaimana kabar imanmu ? Apakah kamu menjadi semakin dewasa ? Apakah berat badanmu bertambah ? Apakah kamu sudah mendapat pekerjaan ? Apakah kamu sudah menikah ? Bagaimana kabar ibu ? Bagaimana kabar adik-adik. Aku berharap kamu baik-baik saja. Aku memberimu sedikit nasehat dari diriku Lima tahun kedepan seharusnya ego-mu semakin mampu kamu kontrol, berpikir lebih jernih saat mengambil keputusan tidak lagi mengedepankan emosi. Seharusnya kamu sudah lebih bijak terhadap dirimu, tidak lagi terlalu berlarut pada berbagai kesedihan-kesedihan. Kamu telah mampu menyerahkan segala takdirmu kepada Allah. Kamu menjadi Syand yang mampu menyederhanakan sebab bahagiamu. Lima tahun kedepan seharusnya keimananmu semakin bertambah. ...

Tahun ke-5 papa

Siapa sangka ini sudah tahun kelima Tahun ini kembali lagi november hadir bersama hujannya dan tanpa dirimu Tahun ini aku masih di tempat rantau yang sama walau aku telah memulai kisah baru lagi Tahun ini telah ada berjanji menjagaku seperti dahulu yang kamu lakukan Walau aku tau tak pernah ada yang bisa menandingimu Aku masih berharap ada dirimu menemani aku menjalankan kisahku Aku masih berharap kamu bisa menemaniku melihat mimpiku terwujud Masih saja aku  tak dapat menahan rasa rindu yang tak pernah berakhir temu Masih saja ada titik kosong dalam diriku ketika masa itu seharusnya aku sedang gembira dengan pencapaianku Rinduku masih sama, masih seperti dulu Semoga di sana Papa bahagia Sampai berjumpa lagi di tempat yang berbeda