Langsung ke konten utama

Postingan

Berkelana setahun

Malam ini 01.21 a.m seharusnya badanku sudah terlelap dalam dunia tanpa mimpi. Namun sayangnya pikiranku semakin aku ingin mengistirahatkannya semakin ia tak berhenti bergerak liar. Kembali mengenang kejadian selama setahun ini. Ada banyak hal berubah. Memasuki dunia baru yang belum pernah aku bayangkan. Lingkungan pertemanan yang berubah, kawan semakin jauh bahkan yang dahulu dekat kini menghilang. Seseorang yang pernah menghilang kini hadir menjadi satu - satunya seseorang yang memilih mementap mendengarkan semua ceritaku. Tambahan memiliki kawan yang belum pernah aku temui tetapi terasa akrab. Terima kasih kepada sosok yang mengenalkan kami. Rasa sepi yang dahulu aku takutkan ternyata ia hadir. Tangis, marah, hingga merasa kehilangan pegangan. Sakit menjadi hal rutin. Melakukan kesalahan yang bahkan dulu aku pikir tidak mungkin aku lakukan. Dosa-dosa baru. Ujian - ujian baru. Merasa doa - doa yang di panjatkan adalah sia - sia. Merasa manusia yang sangat tidak baik. Hingga berada di...

November tahun ke -3

Kali ini masih saja sama November masih saja hadir bersama hujuannya Kali ini kotanya berbeda lagi Ketempat yang tak kau duga Kisahnya berbeda, hari-hari yang kalau lewati berbeda Namun rindunya tetap saja sama Tak berubah seidikitpun

Beruntung

Siapakah yang lebih beruntung ? Seseorang yang berhasil menggapai mimpinya, yang telah ia perjuangkan sejak dahulu Ataukah seseorang yang harus putar arah. Berjalan kearah yang tidak ia impikan dahulu. Harus merelakan mimpi yang sangat ia inginkan. Syand Mamuju, 18April 2019

Teruntuk Kamu

Kamu aku sebut sahabat, dahulu Tempat berbagi Tempat bercerita Ada canda dan tawa yang hadir Menjadi sangat dekat Menjadi seperti saudara Hingga lupa menaruh batas Hingga lupa menaruh jarak Hal yang tak diinginkan hadir Menghadirkan rindu Selanjutnya saling menyakiti Entah siapa yang lebih dulu salah Kini harus berjarak Kini harus sangat jauh Tak ada pertemuan yang diharapkan Sebab ia menjadi hal yang tabu Terima kasih sudah hadir dan memberi banyak pelajaran

Trauma

"TRAUMA" menjadi sebuah kata yang sering kali berdampak kita merespon sesuatu secara berlebihan. Aku teringat ada masanya suara ambulance adalah hal yang aku benci dan aku benar-benar tidak ingin mendengarkannya. Bukan karena aku takut tetapi mendengarnya membuat kenangan buruk seakan muncul bertubi-tubi. Hal yang kerap kali membuat trauma selanjutnya melihat tangisan orang-orang yang mengalami kehilangan. Ada kalanya di tv, youtube, instagram, ataupun media sosial lainnya menampilkan kejadian seperti itu dan aku memilih untuk tidak menontonnya. Karena yang hadir bukan hanya rasa empati terhadap yang aku nonton tetapi juga mengembalikan kenangan terhadap kehilangan-kehilangan yang aku alami. Saat ini aku sedang mencari cara untuk siap menghadapi hal-hal seperti itu. Mungkin menghilangkan hal-hal trauma dalam diri kita tidak pernah secara instan tetapi setiap orang bisa menghilangkan itu semua. Dan aku yakin bahwa dirikupun mampu untuk menghadapinya. Melewati masa-masa itu ...