Langsung ke konten utama

Postingan

Datang Lagi

Sekali lagi datang. 03.00 a.m. Terbangun. Dingin. Kesakitan. Sendiri. Mencoba mengeluh. Tak kunjung sembuh. Mencoba menutup mata. Tak kunjung terlelap. Mencoba menangis. Tak kunjung reda. Mencoba menikmati rasa sakit. Tak pernah mampu.  Mencoba menyembuhkan. Tak tahu harus apa. Sekali lagi. Selamat menghadapinya.

Si Manusia Luar Biasa

Si manusia luar biasa. Itulah kamu bagiku. Seseorang yang selalu percaya dengan mimpinya dan selalu yakin dengan kemampuannya. Semakin hari aku perlahan mengenalmu, perlahan mengetahui kisah hidupmu. Kamu selalu penuh kejutan. Hari - hari yang kamu lalui tak pernah mudah, bahkan mungkin jauh dari kata mudah. Cerita tentang masa kecilmu yang sangat sulit. Cerita tentang bagaimana kerasnya kamu melewati semuanya. Kamu hebat, kamu terus berjuang untuk bisa mengubah dirimu. Kamu tak ingin di kasihani oleh orang lain. Kamu si manusia yg sangat kuat. Kamu menghabiskan sangat banyak waktumu untuk belajar. Menghabiskan waktu senggangmu untuk membaca. Kamu selalu tak ingin menyinyiakan waktumu. Kamu tau banyak hal. Sangat semangat membicarakan banyak teori yang sampai sekarang aku bahkan gak tau nama dari orang - orang yang sering kamu sebutkan. Bagiku itu sangat keren. Luar biasa. Walau ternyata hidup memang sangat sulit. Seseorang yang sehebat kamu tetap saja impianmu tak mudah kamu dapatkan....

Berkelana setahun

Malam ini 01.21 a.m seharusnya badanku sudah terlelap dalam dunia tanpa mimpi. Namun sayangnya pikiranku semakin aku ingin mengistirahatkannya semakin ia tak berhenti bergerak liar. Kembali mengenang kejadian selama setahun ini. Ada banyak hal berubah. Memasuki dunia baru yang belum pernah aku bayangkan. Lingkungan pertemanan yang berubah, kawan semakin jauh bahkan yang dahulu dekat kini menghilang. Seseorang yang pernah menghilang kini hadir menjadi satu - satunya seseorang yang memilih mementap mendengarkan semua ceritaku. Tambahan memiliki kawan yang belum pernah aku temui tetapi terasa akrab. Terima kasih kepada sosok yang mengenalkan kami. Rasa sepi yang dahulu aku takutkan ternyata ia hadir. Tangis, marah, hingga merasa kehilangan pegangan. Sakit menjadi hal rutin. Melakukan kesalahan yang bahkan dulu aku pikir tidak mungkin aku lakukan. Dosa-dosa baru. Ujian - ujian baru. Merasa doa - doa yang di panjatkan adalah sia - sia. Merasa manusia yang sangat tidak baik. Hingga berada di...

November tahun ke -3

Kali ini masih saja sama November masih saja hadir bersama hujuannya Kali ini kotanya berbeda lagi Ketempat yang tak kau duga Kisahnya berbeda, hari-hari yang kalau lewati berbeda Namun rindunya tetap saja sama Tak berubah seidikitpun

Beruntung

Siapakah yang lebih beruntung ? Seseorang yang berhasil menggapai mimpinya, yang telah ia perjuangkan sejak dahulu Ataukah seseorang yang harus putar arah. Berjalan kearah yang tidak ia impikan dahulu. Harus merelakan mimpi yang sangat ia inginkan. Syand Mamuju, 18April 2019

Teruntuk Kamu

Kamu aku sebut sahabat, dahulu Tempat berbagi Tempat bercerita Ada canda dan tawa yang hadir Menjadi sangat dekat Menjadi seperti saudara Hingga lupa menaruh batas Hingga lupa menaruh jarak Hal yang tak diinginkan hadir Menghadirkan rindu Selanjutnya saling menyakiti Entah siapa yang lebih dulu salah Kini harus berjarak Kini harus sangat jauh Tak ada pertemuan yang diharapkan Sebab ia menjadi hal yang tabu Terima kasih sudah hadir dan memberi banyak pelajaran