Langsung ke konten utama

Rinduku

Aku sedang merindu pada senyummu yang saat ini hanya aku jumpai pada berlembar-lembar foto itu

Aku sedang merindu pada suara tawamu, tawa yang selalu saja aku sukai

Aku sedang merindu pada pelukanmu, pelukan yang memberiku keyakinan bahwa semuanya akan baik-baik saja

Aku sedang merindu pada diskusi-diskusi panjang 

Aku sedang merindu pada kejailanmu ketika melihatku sedang serius mengerjakan sesuatu

Aku sedang merindu pada pertanyaan kabar darimu, pada panggilan telpon darimu saat aku di kota rantau

Ah.. Rindu ini sering sekali hadir tanpa sebab, sering sekali hadir diberbagai tempat
-syand-

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Datang Lagi

Sekali lagi datang. 03.00 a.m. Terbangun. Dingin. Kesakitan. Sendiri. Mencoba mengeluh. Tak kunjung sembuh. Mencoba menutup mata. Tak kunjung terlelap. Mencoba menangis. Tak kunjung reda. Mencoba menikmati rasa sakit. Tak pernah mampu.  Mencoba menyembuhkan. Tak tahu harus apa. Sekali lagi. Selamat menghadapinya.

Wisuda

Perjalanan kini usai Ditandai dengan acara yang disebut wisuda serta pakaian hitam dan topi hitam yang sering kita sebut toga Kebahagiaan dan haru hadir ditempat itu Langit sangat cerah dihari itu seakan ia mendukung kebahagiaan yang ada Jalanan menjadi begitu padat Kendaraan memenuhi kampus yang menjadi saksi perjalanan Nampak banyak orang yang membawa bucket bunga dan berbagai kado lainnya sebagai hadiah untuk yang telah menyelesaikan perjalanannya Setiap orang menjadi begitu sibuk mengabadikan momen yang bisa jadi hanya terjadi sekali seumur hidup Namun, dari kebahagiaan itu ada pertanyaan yang menghadirkan kesedihan. Kemana setelah ini kamu hendak melangkah ? Apakah sahabat-sahabatmu dimasa sekarang hanya akan jadi masa lalu diperjalanan kamu berikutnya ? Makassar, 20 Maret 2018 Terima kasih banyak yang telah hadir di momen itu dan ucapan selamat dari yang tidak bisa hadir. Saya sangat senang Allah takdirkan memiliki sahabat seperti kalian,