Dalam perjalananmu mungkin kamu akan menemukan seseorang yang tampak tenang dan sering menenangkan tetapi nyatanya didalam dirinya sedang terjadi hujan deras yang tak kunjung reda. Kita tak mengetahui derasnya sebab ia pandai membuat peredam yang sering ia sebut sebagai senyuman.
-syand-
Lima tahun dari sekarang aku mungkin tak ada lagi sebab yang paling dekat dari seseorang adalah kematian. Tetapi, tetap saja ada kemungkinan aku masih tetap ada dan tulisan ini aku tulis teruntuk diriku di lima tahun ke depan. Apa kabar, Syand ? Bagaimana harimu ? Bagaimana kabar imanmu ? Apakah kamu menjadi semakin dewasa ? Apakah berat badanmu bertambah ? Apakah kamu sudah mendapat pekerjaan ? Apakah kamu sudah menikah ? Bagaimana kabar ibu ? Bagaimana kabar adik-adik. Aku berharap kamu baik-baik saja. Aku memberimu sedikit nasehat dari diriku Lima tahun kedepan seharusnya ego-mu semakin mampu kamu kontrol, berpikir lebih jernih saat mengambil keputusan tidak lagi mengedepankan emosi. Seharusnya kamu sudah lebih bijak terhadap dirimu, tidak lagi terlalu berlarut pada berbagai kesedihan-kesedihan. Kamu telah mampu menyerahkan segala takdirmu kepada Allah. Kamu menjadi Syand yang mampu menyederhanakan sebab bahagiamu. Lima tahun kedepan seharusnya keimananmu semakin bertambah. ...
Komentar
Posting Komentar