Langsung ke konten utama

Postingan

Kehilangan Rasa

Kau tau apa yang menakutkan ? Kehilangan rasa pada dirimu Ketika aku tak lagi ingin bertemu denganmu Aku selalu saja menghindar darimu Dan membiarkanmu bertemu petang tanpa kehadiranku Kau tau apa yang menakutkan ? kehilangan rasa pada dirimu Ketika bulan dan matahari terus saja menyapamu Sedangkan aku memilih berhenti menyapamu Dan aku tak lagi mau melangkahkan kaki ketempatmu Kau tau apa yang menakutkan ? Kehilangan rasa pada dirimu Ketika debu telah menjadi temanmumu Sedangkan aku saat itu tak lagi menjadi temanmu Aku memilih berteman dengan sepi, bukan denganmu Kau tau apa yang menakutkan ? Ketika aku menyadari bahwa ketakutanku perlahan mulai menjadi nyata

Jangan kau petakkan !

"Sesungguhnya hati anak cucu Adam lebih cepat perubahannya  dari panci yang berisi air mendidih" (Hr.Ahmad) Kala petang menyambut, lelah kini kian meresapi hingga ke sendi-sendi. Banyak hal yang seharusnya dilakukan di malam hari, kini sedikit sekali yang bisa di lakukan. Tidur menjadi hal utama yang harus dilakukan. Hingga kemudian mentari menyambut kita tak lagi menyambutnya dengan semangat tetapi dengan beragam kalimat-kalimat sesalan. Hal ini sering kali menjadi problema bagi sebagian orang termasuk diri saya sendiri. Melawannya bukanlah hal mudah, amat sulit. Semangat pagi namun malamnya sudah sangat lelah lupa deh dengat semangatnya. "Ah, kenapa ketika aku mulai belajar yang ada malah ngantuk padahal kalau gak mau ngapa-ngapain insomnia deh" celetukku di suatu sore. "Karena kamu menganggapnya beban" Jawab seseorang dikala itu Jawaban itu kemudian membuatku teringat kata seseorang kakak di dalam sebuah majelis. "Kalian ini sela...

Bagaimana cara Mencitai-Mu?

Ketika ku telah mencoba mengenal-Mu lebih lagi, selalu muncul pertanyaan itu. Bagaimana caraku bisa mencintai-Mu ? melihat orang lain yang dengan semangat 45 melakukan perintah-Mu dan menjauhi larangan-Mu. Tidak hanya itu mereka juga berdakwah mengajak orang lain lebih mengenal-Mu. Mereka melakukan ini sebab mereka mencintai-Mu. Mereka yang selalu meluangkan waktu membaca ayat-ayatMu bukan hanya itu merekapun berusaha menghafalkan ayat-ayat Mu. Mereka yang rela bangun dari tidur lelap di sepertiga malamnya hanya untuk beribadah padaMu. Rela berpuasa menahan segalanya bukan hanya lapar dan haus. Itu semua mereka lakukan sebab mereka cinta pada-Mu. Mereka, laki-laki itu yang dengan rela menggunakan celana diatas mata kaki, walau beberapa pandangan orang itu tampak aneh. Seperti orang kebanjiranlah... menurut orang itu. Menumbuhkan jenggot yang membuat beberapa orang menganggap mereka menakutkan. Mereka, perempuan itu rela menggunakan kain longgar nan tebal itu untuk menutupi a...

Mengejar seberkas cahaya

Berbicara tentang mimpi kini menjadi hal yang tabu untuknya. Ini  seperti menghitung banyak bintang di malam hari. Bagaimanapun usahanya ia tetap tak mampu menghitung banyaknya bintang di langit. Ia teringat ketika itu semangat juang untuk meraih mimpinya luar biasa. Ketika banyak orang bingung dengan pilihannya, belum memiliki tujuan ia telah mantap dengan tujuannya. Tahunan tetap itu pendiriannya tak berubah walau banyak pilihan lain. Ia yang tak kenal waktu, lelah hanya hal biasa, kantuk hal biasa, hanya lapar yang susah ia tahan. Kopi yang menemaninya melewati malam menuju pagi. Mengapa ia melakukan hal itu ? tanyaku padanya. sebab ia selalu teringat kata seorang guru "jikalau ia ingin hal lebih ia perlu melakukan hal lebih pula" jawabnya. Perlahan namun pasti satu persatu impian kecilnya tercapai, yah walau ada pula yang mengecewakannya. Namun itu tak menjadi masalah baginya sebab ada impian besar yang mebutuhkan semangat besarnya, membutuhkan usaha yang ber...

Paku dan Palu

Jika satu-satunya alat yang kau miliki adalah palu kau akan cenderung melihat segala hal sebagai paku -Abraham H Maslow-

Ukhuwah

utsman hanya akan menunduk hening jika jika di sebut tentang neraka tapi tangisnya menggugu mengguncang bahu saat "kubur" di perdengarkan "andaipun di siksa" ujarnya "di jahannam kita akan punya banyak kawan" "adapun di alam barzakh, kesendirian itu saja pasti sudah sangat mengerikan" -Dalam Dekapan Ukhuwah-

Sajak "Tak Mengenal"

Oleh : Darwis Tere Liye Kita tidak akan mengenal cahaya Jika tidak ada gelap Tidak akan pernah ada definisi cahaya Kita tidak akan memahami kenyang a tidak pernah lapar Tidak akan pernah ada definisi kenyang Kita tidak akan pernah mengerti bahagia Jika tidak ada rasa sakit Tidak akan pernah ada definisi bahagia Kita tidak akan pernah mengenal masa depan Jika tidak ada masa lalu Tidak akan pernah ada definisi masa depan Jadi tidak mengapa Jika dilewati saja sambil terus bertahan Karena gelap, lapar, sakit hati, masa lalu adalah cara terbaik Untuk memahami cahaya, kenyang, bahagia dan masa depan